NUNUKAN – Kabupaten Nunukan hingga kini masih mengandalkan pasokan telur ayam dari Provinsi Sulawesi Selatan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Pengiriman rutin menggunakan kapal laut dilakukan setiap minggu demi menjaga ketersediaan stok di pasaran.
Pedagang telur di Alun-Alun Nunukan, Ramadhan, mengungkapkan bahwa harga telur ayam mengalami kenaikan sekitar Rp2.000 per rak dalam sepekan terakhir. Saat ini harga telur per rak (30 butir) di pasar berkisar antara Rp57.000 untuk ukuran kecil, Rp59.000 untuk ukuran sedang, dan Rp62.000 untuk ukuran besar.
“Telur kami kirim langsung dari Sulawesi. Biasanya datang lewat kapal KM Pantokrator dan KM Queens Soya. Sekali kirim bisa sampai seribu rak,” ujar Ramadhan, Minggu (2/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Produksi telur lokal di Nunukan masih terbatas, hanya sekitar 200 hingga 250 piring per hari dari dua peternak aktif yang beroperasi. Kondisi ini membuat pasokan daerah tetap bergantung pada pengiriman dari luar wilayah.
Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) berupaya menekan ketergantungan tersebut dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serta mendorong pengembangan peternakan ayam petelur lokal.
Meski pasokan dari Sulawesi relatif lancar, harga telur diperkirakan akan naik menjelang akhir tahun. Peningkatan permintaan serta biaya logistik kapal menjadi faktor utama. Berdasarkan tren tahunan, harga telur di Nunukan diprediksi berada di kisaran Rp33.000–Rp35.000 per kilogram sepanjang November 2025.
Reporter: Djaenuri
Penulis : Djaenuri









